Tak Lagi Jabat Wakil Presiden, Jusuf Kalla Bongkar Alasan Tolak Tawaran Menjabat Bersama Jokowi Lagi - Kerja Jokowi Top !

Tak Lagi Jabat Wakil Presiden, Jusuf Kalla Bongkar Alasan Tolak Tawaran Menjabat Bersama Jokowi Lagi



Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, menjawab alasan dirinya tak lagi mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai wapres di periode kedua Jokowi.

Hal itu diungkapkan Jusuf Kalla dalam video di kanal Youtube Karni Ilyas Club yang diunggah pada Jumat (6/11).

"Bapak itu kayaknya lebih sejalan dengan Pak Jokowi, tapi kenapa Pak Jokowi harus lepasin Pak JK di pemilihan yang kedua?" tanya Karni Ilyas seperti dikutip Zonajakarta.com, Senin (9/11).

Jusuf Kalla mengingatkan kembali mengenai isi Undang-undang Dasar yang mengatur jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI.

"Pertama, Undang-undang Dasar kita mengatakan Presiden dan Wakil Presiden hanya boleh menjabat dua kali di jabatan yang sama," jawab Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 tersebut.

"Ya saya sudah dua kali. Jadi nggak bisa (menjabat lagi)," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Karni Ilyas menyinggung gugatan yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) supaya JK bisa menjadi wapres lagi.

"Waktu itu kan ke MK. Ada usaha ke MK pastilah itu Pak JK akan menang," terang Karni Ilyas.

Kendati demikian, Jusuf Kalla mengaku tidak mau melakukannya meski mendukung upaya tersebut.

"Ya saya tidak mau. Katakanlah intervensi walaupun saya turut mendukung upaya itu," ungkapnya.

Pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, itu mengaku jika Jokowi sendiri yang memintanya untuk mendampingi.

Namun karena bertabrakan dengan aturan Undang-undang, Jusuf Kalla memilih untuk tidak melanjutkan.

"Karna yang minta Pak Jokowi, bukan saya. Bukan saya minta ikut lagi, enggak. Pak Jokowi bilang 'bagaimana?', saya bilang 'ini tersandung pada Undang-undang Dasar', nah nggak bisa," jelas Jusuf Kalla.

"Akhirnya ada rapat Perindo dan partai lain masukan ke gugatan. MK tidak menolak, hanya belum bisa dibicarakan," terangnya.

"(saya) tidak (meminta). Justru Pak Jokowi yang minta kita sama-sama lagi tapi saya bilang dibatasi Undang-undang Dasar," ungkap Jusuf Kalla.

Menarik keterangan dari Jusuf Kalla terkait jabatan Presiden dan Wakil Presiden, begini bunyi aturan dari Undang-undang Dasar 1945.

Dikutip Zonajakarta.com dari laman dpr.go.id, berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 7 tertulis 'Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan'.

Diketahui, Jusuf Kalla menjadi Wapres dalam 2 masa jabatan yang tidak berturut-turut.

Dalam masa jabatannya yang pertama, periode 2004-2009, Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden ke-10 mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian periode 2014-2019, Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden ke-12 mendampingi Joko Widodo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel