Rekam Jejak Mulyono, Jenderal yang Buang Pangkat Bintang Empat Depan Prajurit - Kerja Jokowi Top !

Rekam Jejak Mulyono, Jenderal yang Buang Pangkat Bintang Empat Depan Prajurit



Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyematkan penghargaan Bintang Mahaputera terhadap sejumlah orang yang dianggap berjasa dalam bidang militer, Rabu (11/10/2020).

Selain nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, ternyata ada nama Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Mulyono.

Dilansir dari beragam sumber, Mulyono merupakan sosok jenderal yang rendah hati. Saat masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Mulyono adalah pemimpin yang sangat dekat dengan anak buahnya. Bahkan dia permah melepas semua pangkat bintangnya di depan prajuritnya.

Mulyono merupakan seorang pria yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah 12 Januari 1961. Dia memilih jalan hidupnya selepas lulus SMA, ke sekolah militer Akabri dan lulus pada tahun 1983.

Setelah lulus dari Akabri berbekal pangkat Letda dia langsung menjabat sebagai Komandan Pleton (Danton) Yonif 712/Wiratama Kodam VII/Wirabuana, dan tak lama mendapat tugas sebagai Komandan Kompi (Danki) dan Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) di satuan yang sama.

Kemudian, Mulyono melanjutkan Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Ke-ll Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Komando Pendidikan Latihan Kodiklat TNI AD di Bandung. Setelah selesai Diklapa ll, berpangkat Mayor Inf, Mulyono menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Pengajaran (Kasiopsjar) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Bandung pada tahun 1995.

Dua tahun berdinas di Pusdikif, pada tahun 1997 Mulyono mendapatkan kepercayaan menjabat Komandan Yonif (Danyon) 143/Tri Wira Eka Jaya di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Setelahnya, dia pindah ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) menjadi Dosen Golongan V selama 1 tahun.

Mulyono dipercaya menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0901/Samarinda pada tahun 2000, kemudian setelah itu dia menjabat sebagai Kepala Staf Korem 121/Alambana Wanawai. Sebagai seorang prajurit, rekam jejak Mulyono dapat diikatakan lengkap, mulai bertugas di Satuan tempur, Lembaga Pendidikan hingga Satuan Teritorial.

Setelah itu, Mulyono ditunjuk sebagai Asisten Operasi Kaskostrad pada 2006 dan Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akademi Militer Magelang di Tahun 2009, Beberapa bulan di Akmil, Mulyono didapuk sebagai Danrem 032/Wirabraja yang masuk ke dalam wilayah Kodam I/Bukit Barisan.

Menjelang naik pangkat menjadi Brigjen TNI, dia dipindahkan ke Bandung sebagai Wakil Komandan Secapa AD pada Tahun 2011. Hingga pada akhirnya tepat tanggal 10 Mei 2011 melalui Keputusan Presiden (Kepres), Mulyon mendapatkan amanah menjadi Brigjen dan menjabat sebagai Direktur Latihan (Dirlat) di Kodiklat TNI AD.

Beberapa bulan menjabat sebagai Dirlat, di kedinasan yang sama, jabatannya bergeser menjadi Direktur Doktrin. Mendapat promosi jabatan menjadi Mayjen TNI di Tahun 2012, Mulyono menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI AD.

Setelah itu Mulyono dimutasi sebagai Asisten Operasi (Asops) KSAD pada 2013 lalu. Setahun menjadi Asops KSAD, Mulyono ditunjuk sebagai Panglima di Komando Daerah Militer Jaya (Kodam Jaya).

Hanya butuh waktu beberapa bulan bagi Mulyono mendapatkan jabatan sebagai Panglima Komando Strategis (Pangkostrad) menggantikan posisi Gatot Nurmantyo. Pangkatnya pun naik seiring kenaikan jabatannya menjadi Letjen.

Jabatan Mulyono semakin naik ke puncak jajaran TNI AD, ketika dia dipercaya sebagai KSAD sekaligus kenaikan pangkat dengan bintang empat. Dia juga menggantikan Gatot Nurmantyo yang diangkat menjadi Panglima TNI.

Jenderal Mulyono dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 17 Juni 2015. Penunjukannya sebagai KSAD ditetapkan dalam Keppres Nomor 54/TNI Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Sekadar informasi, Bintang Mahaputera yang didaparkan Mulyono merupakan bintang penghargaan sipil yang tertinggi bagi anggota korps militer. Bintang ini diberikan kepada mereka yang berjasa secara luar biasa pada bidang militer.

Penganugerahaan ini tertuang dalam Keppres Nomor 118/TK/TH 2020 tertanggal 6 November 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera. Selain Gatot dan Mulyono, ada 44 orang lain yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel