Menteri PUPR: Bendungan Tapin Kalsel Rampung, Penuhi Ketahanan Pangan dan Air Bersih - Kerja Jokowi Top !

Menteri PUPR: Bendungan Tapin Kalsel Rampung, Penuhi Ketahanan Pangan dan Air Bersih



Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Salah satunya yang sudah rampung dan mulai pengisian air (impounding) adalah Bendungan Tapin yang berada di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilakukan dalam mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan diikuti pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2020)

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Fikri Abdurrachman mengatakan, proses impounding telah dimulai sejak 2 Oktober 2020 lalu dan direncanakan akan berlangsung hingga Maret 2021.

"Daerah genangan akan diisi sampai dengan ketinggian bangunan pelimpah, diharapkan sudah tidak ada lagi aktivitas masyarakat di area genangan demi keselamatan dan kelancaran proses penggenangan," ujar fikri.

Fikri menyatakan, pengisian waduk dilaksanakan secara bertahap, dimana pada tahap 1 dilakukan penutupan pintu terowongan pengelak, pengisian awal tahap penggenangan dengan menurunkan pintu pengelak, dilakukan pemasangan pipa maintenance flow, dilakukan pekerjaan plugging 1. 

"Selanjutnya, pada tahap 2 pengisian air waduk ke atas sampai dengan selesainya hidromekanikal, pemantauan terhadap instrumentasi dan kondisi timbunan, serta pekerjaan hidromekanikal. Terakhir, pada tahap ke 3 dilakukan pengisian air waduk sampai ke elevasi +145,50 hingga puncak mercu spillway," katanya.

"Bendungan Tapin dibangun dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak dan memiliki kapasitas tampung 70,52 m3. Dengan selesainya pembangunan bendungan ini akan berpotensi memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin sebesar 5.472 hektare," ujar Fikri.

Keberadaan bendungan ini diharapkan juga dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Tapin sebesar 500 liter/detik, mereduksi banjir sebesar 107 m3/detik, konservasi air (ground water recharge), destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin, dan sumber air untuk PLTA sebesar 3,30 MW. Pembangunan bendungan telah dimulai akhir 2015 dengan biaya sebesar Rp1,058 triliun. 

Sumber : inews.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel