Jika Fadli Zon Ditunjuk Gantikan Edhy Prabowo, M Qodari Bilang Bakal Membuat Kehebohan Luar Biasa - Kerja Jokowi Top !

Jika Fadli Zon Ditunjuk Gantikan Edhy Prabowo, M Qodari Bilang Bakal Membuat Kehebohan Luar Biasa

 


Usai penangkapan Edhy Prabowo, sosok penggantinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menghangat.

Akan tetapi, keputusan itu sepenuhnya berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jika kembali mengambil kader Geridra, setidaknya ada lima nama yang dinilai memiliki peluang.

Mereka adalah Sugiono, Sufmi Dasco Ahmad, Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, dan Fadli Zon.

Kelima nama itu juga orang-orang yang memiliki kedekatan sekaligus orang kepercayaan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Sebab, penunjukan Edhy kala itu, diyakini didasarkan atas dua hal tersebut.

“Saya berpikir nama Pak Fadli Zon pengganti Edhy Prabowo,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari dikutip PojokSatu.id dari Rakyat Merdeka, Kamis (26/11).

Akan tetapi, jika benar Fadli Zon yang ditunjuk, diyakini bakal membuat kehebohan cukup luar biasa.

Pasalnya, Fadli Zon selama ini dikenal sebagai politisi yang paling aktif mengkritik pemerintahan Jokowi.

Bahkan, kritik yang dilontarkan Fadli Zon itu tidak berhenti meski Gerindra masuk dalam koalisi pemerintah.

“Kita lihat, akan menarik jika Fadli Zon jadi menteri,” imbuh Qodari.

Namun, dengan latar belakang selama ini, Qodari menilai, peluang Fadli tidak cukup besar.

Yang memiliki peluang paling besar, menurutnya, adalah Sandiaga Uno yang memiliki jabatan sama dengan Edhy dan Fadli sebagai waketum.

Apalagi, Sandiaga memiliki nilai lebih karena pernah menjadi pendamping Prabowo di pilpres lalu.

“Kalau dia (Sandi) masuk, wah komplet ini rekonsiliasi politik,” tutur Qodari.

Sandiaga juga dinilai Qodari sudah cukup memiliki kekayaan.

“Sehingga kecil kemungkinan akan melakukan korupsi seperti Edhy,” tandasnya.

Untuk diketahui, Edhy Prabowo bukan saja orang dekat dan kepercayaan Prabowo. Ia juga merupakan anak didik langsung mantan Danjen Kopassus itu.

Usai konferensi pers KPK, Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaaf yang ditujukan kepada banyak pihak.

Pertama, permohonan maaf kepada Presiden Jokowi. Kedua, kepada Prabowo Subianto.

“Saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah mengkhianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal,” ujarnya.

Permohonan maaf ketiga ditujukan kepada ibunya, lalu masyarakat.

“Khususnya masyarakat kelautan dan perikanan yang mungkin banyak terkhianati, seolah-olah saya pencitraan di depan umum. Itu tidak, itu semangat,” katanya.

Edhy juga menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Gerindra.

Karena itu, ia menyatakan mengundurkan diri dari partai tersebut, sekaligus sebagai Menteri KKP.

“Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Umum (Partai Gerindra).”

“Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri,” tandasnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel