Ikut Soroti Kepulangan Habib Rizieq, Media Asing: Bahaya bagi Jokowi Jika Terlalu Agresif - Kerja Jokowi Top !

Ikut Soroti Kepulangan Habib Rizieq, Media Asing: Bahaya bagi Jokowi Jika Terlalu Agresif



Topik mengenai kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia bukan hanya jadi perbincangan hangat di dalam negeri, melainkan jadi sorotan media asing.

Pasalnya, kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu disambut ramai oleh para pendukung yang menjemputnya.

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta hingga Jalan Petamburan III, Jakarta, menjadi saksi bisu euforia massa atas kembalinya Habib Rizieq ke Tanah Air.

Gegap gempita kepulangan pimpinan FPI tersebut lantas menjadi sorotan salah satu media di Australia.

Media Australia itu menulis berita terkait Habib Rizieq hingga singgung soal tindakan asusila.

“Lebih dari tiga tahun setelah dia melarikan diri dari Indonesia dan serangkaian tuntutan pidana, termasuk salah satu penyebaran gambar-gambar asusila, pemimpin Islamis terkenal Rizieq Shihab telah kembali ke sambutan pahlawan yang gembira untuk mendeklarasikan revolusi moral di negara Muslim paling padat penduduknya di dunia,” klaim media Australia, The Australian.

Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-Cirebon.com dalam artikel "HRS Kembali Disorot Internasional, Media Australia: HRS Tetap di Arab Saudi karena Takut Ditangkap", pada Selasa, 10 November lalu, ribuan pendukung berpakaian putih berbaris di jalan bebas hambatan bandara Jakarta dan memenuhi terminal internasional.

Media tersebut juga menulis bahwa pendukung menjemput Rizieq tanpa peduli dengan aturan Covid-19, untuk menyambut ulama konservatif yang terkenal karena memimpin kampanye penistaan agama terhadap mantan gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akhirnya dipenjara pada 2017.

Media tersebut menulis bahwa pada puncaknya, kampanye anti-Ahok yang kemudian dikenal sebagai gerakan 212, menarik sekitar satu juta orang untuk berunjuk rasa di Jakarta Pusat, mengguncang asumsi lama Indonesia sebagai negara pluralis dan Presiden Muslim moderat Joko Widodo yang menakutkan.

“Dalam satu tahun setelah Ahok dipenjara, polisi telah mengajukan apa yang oleh banyak pendukung dikatakan sebagai kasus palsu terhadap Rizieq, yakni kasus melanggar undang-undang pornografi melalui pertukaran pesan dengan seorang wanita, termasuk gambar asusila yang kemudian bocor dan diedarkan secara daring, dan kasus lain untuk menghina ideologi negara, Pancasila,” tulis The Australian.

Media Australia menulis bahwa Rizieq memilih untuk tetap di Arab Saudi bahkan setelah dakwaan itu dibatalkan, karena takut ditangkap sekembalinya.

“Ada banyak orang yang tidak senang dengan pemerintahan ini dan bahaya bagi Jokowi dengan FPI adalah jika dia terlalu agresif terhadap Rizieq dia akan membantu mengkonsolidasikan kekuasaannya sebagai lokus oposisi,” kata Ian Wilson, seorang ahli Indonesia dan dosen Universitas Murdoch di bidang politik dan studi strategis.

“Pemerintahannya harus memikirkan dengan sangat hati-hati tentang bagaimana mereka menangani masalah politik ini dan tidak memperkuat kekuasaan Rizieq secara default, karena di masa lalu itulah polanya dan itu hanya meningkatkan popularitas dan otoritasnya,” tambahnya.

Pakar Australian National University Indonesia, Greg Fealy, mengatakan gerakan 212 telah terfragmentasi sejak puncaknya pada akhir 2016 dan awal 2017, ketika jutaan pendukung bersatu di belakang gerakan untuk menggulingkan gubernur Jakarta dan masih harus dilihat apakah Rizieq dapat menemukan tujuan pemersatu yang menarik dan cukup untuk menghidupkan kembali momentum seperti itu.

Tapi, menurutnya, kepulangannya telah mengembalikan semangat ke dalam gerakan itu.

“Semua orang ini mengandalkan peluang yang muncul, seperti tuduhan penistaan terhadap gubernur, untuk memungkinkan mereka bergerak,” kata Fealy.

"Saya pikir pihak berwenang tahu itu dan akan waspada untuk tidak memberi mereka amunisi,” tambahnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel