UGM Temukan Alat Pendeteksi Gempa 14 Hari Sebelum Kejadian - Kerja Jokowi Top !

UGM Temukan Alat Pendeteksi Gempa 14 Hari Sebelum Kejadian


Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja mengklaim menemukan alat pertama di abad ini, yakni pendeteksi gempa yang luar biasa. 14 hari sebelum gempa terjadi bisa terdetaksi, artinya warga bisa menyelamatkan diri sebelum gempa datang.

Hal itu utarakan oleh Ketua TIM Riset Laboratorium Sistem Sensor UGM, Sunarno dalam wawancara dengan KOMPAS TV Senin 28 September 2020 yang dipandu oleh Presenter Aiman.

“Jadi waktu itu laporan di koran-koran heboh bahwa gas racun banyak keluar dari tanah (di Tohoku Bikin Jepang). Tapi orang Jepang gak tahu akan terjadi apa. Beberapa minggu kemudian terjadi gempa yang hebat itu. Meninggal banyak sekali (orang), Tohoku Bikin terbelah bergeser satu meter. Sehingga itu jadi catatan saya pada saat itu jangan-jangan ada kaitannya gas racun yang keluar dengan gempa besar (9,0 Magnitudo Tohoku Bikin Jepang),” jelasnya.

Yang kedua kata dia, ketika Gempa di Kyushu masih di Negara Jepang, pihaknya meneliti soal permukaan air di sana melalui sumur yang ada dipinggir pantai.

“Kami meneliti tentang permukaan air tanah sumur. Tujuannya untuk kecukupan pendinginan udara untuk Apartemen, karena itu pinggir pantai harusnya pasang naik pasang surut. Tapi yang terjadi acak gak karu-karuan tinggi sekali, dua Minggu kemudian terjadi gempa di Kyushu (Jepang),” jelasnya.

Dua pengalaman itulah yang menyimpulkan dua minggu sebelum gempa terjadi bisa dideteksi melalui air yang ada di dasar sumur pinggir pantai.

Jika mendengar keterangan ahli UGM ini memang agak masuk akal, namun hingga kini belum diterapkan sehingga kejadian tsunami banyak menelan korban jiwa seperti di Banten dan Sulteng.

Ketua TIM Riset Laboratorium Sistem Sensor UGM itu juga melakukan itu berdasarkan pengalaman gempa di Bantul Yogyakarta 2006 silam.

“Betul, karena kami mengalami gempa di Bantul sesuatu banget bagi saya ya. Sebenarnya ini riset saya sudah lama ya. Waktu itu saya banyak penelitian gunung berapi. UGM beruntung, karena kami punya laut punya gunung sehingga kami bisa eksperimen (percobaan) untuk sensor (tsunami) dan seismometer/tiltmeter untuk gunung ber api,” papar Sunarno

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel