14% Warga Percaya PKI Bangkit di Survei SMRC, Alissa: Artinya Tidak Laku - Kerja Jokowi Top !

14% Warga Percaya PKI Bangkit di Survei SMRC, Alissa: Artinya Tidak Laku


Lembaga survei SMRC mencatat ada 14 persen warga Indonesia yang percaya tentang isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menegaskan bahwa isu PKI adalah propaganda yang tak laku.

Hasil angka 14 persen ini berdasarkan survei yang dilakukan SMRC pada 23-26 September 2020. SMRC menyebut angka 14 persen ini stabil. Sebab, dari pengalaman survei dengan tema yang sama sejak 2016, kisaran angka yang dihasilkan ialah 10-16 persen masyarakat yang percaya pada isu tersebut.

"Stabil artinya bisa kita bunyikan datanya bahwa ini propaganda yang tidak laku. Nyatanya begitu-begitu aja," kata Alissa dalam diskusi Survei Opini Publik Nasional SMRC 'Penilaian Publik terhadap Isu Kebangkitan PKI', Rabu (30/9/2020).

Alissa mengatakan isu PKI ini muncul secara musiman, yakni ketika akan menyelenggarakan pemilu atau konflik tertentu, misalnya yang melibatkan aparat keamanan atau konflik lainnya.

"Munculnya sekitar Agustus-September atau menjelang pilkada atau stigma ke kelompok masyarakat terutama yang melawan apalagi terkait konflik agraria, konflik yang berkaitan dengan sengketa industri atau bisnis, lebih menukik lagi kalau keterkaitan dengan aparat keamanan, baik kepolisian atau TNI," ujarnya.

Di satu sisi, Alissa merasa khawatir akan stabilnya angka kepercayaan masyarakat terhadap isu PKI. Dengan tidak ada perubahan ini, dia meminta pemerintah menjadikan catatan untuk memperbaiki sejarah di masyarakat.

"Kemudian stabil itu saya membacanya menyedihkan. Berarti tidak berkurang. Artinya, ada proses kontestasi ide yang mungkin kita berharap restorative justice yang lebih menguat, kita belum cukup kuat mengimbangi gerakan mereka. Kemudian pendidikan atau agama, dan sosial masyarakat juga terlihat pengaruhnya. Saya lega dan sedih dengan hasil survei ini," ujarnya.

Sebelumnya, SMRC merilis survei terkait kepercayaan masyarakat terhadap kebangkitan isu PKI. Survei diawali dengan pertanyaan apakah masyarakat pernah mendengar isu kebangkitan PKI. Hasilnya dari total responden hanya 36 persen yang pernah mendengarnya. Sedangkan sisanya tidak mengetahui.

"Kita mulai dengan pertanyaan tentang awareness dan persetujuan masyarakat tentang isu kebangkitan PKI, dari sisi awareness kita menemukan bahwa 36 persen warga Indonesia saat ini tahu atau pernah mendengar pendapat bahwa sekarang sedang terjadi pembangkitan PKI. 64 persen mengaku tidak tahu atau tidak pernah," kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas.

Kemudian dari responden yang mengetahui, ditanyakan lagi terkait kepercayaan masyarakat terhadap isu tersebut. Hasilnya, 38,7 persen percaya, atau sebesar 14 persen dari total keseluruhan responden.

"Di antara yang tahu 36 persen ini, kita juga tanya apakah setuju atau tidak setuju pendapat tersebut, dan kita menemukan yang setuju itu ada 38,7 persen dari 36 persen tadi atau jumlahnya 14 persen dari populasi, jadi artinya total populasi Indonesia yang tahu atau mengatakan setuju bahwa saat ini sedang ada kebangkitan PKI di Indonesia itu ada 14 persen," ujar Sirojudin.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel