Profil Greg Fealy, Profesor ANU yang Tuding Pemerintah Jokowi Anti-Islam - Kerja Jokowi Top !

Profil Greg Fealy, Profesor ANU yang Tuding Pemerintah Jokowi Anti-Islam


Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi membantah Greg Fealy, yang menyebut pemerintahan Presiden Jokowi 'anti-Islam'. Greg Fealy dikenal sebagai peneliti yang memiliki fokus pada tema Islam politik di Indonesia. Dia pernah meneliti soal NU dan PKS.

Dikutip dari situs Australian National University (ANU), Greg Fealy saat ini menjabat Associate Professor dan Senior Fellow Politik Indonesia, Departemen Perubahan Politik dan Sosial, Bell School of Asia-Pacific Affairs.

Dia meraih gelar MA dan PhD dari Monash University. Selama kariernya, dia pernah menjabat Kepala Departemen Perubahan Sosial dan Politik, ANU (2013-2018) serta Ketua Lembaga Australia-Indonesia di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (2016-sekarang).

Selain itu, dia pernah menjabat Direktur Program Beasiswa Pendidikan Islam (PIES) (2012-sekarang); Profesor Tamu dalam Politik Indonesia di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, Washington DC (2003); Lady Davis Trust Profesor Tamu dalam Studi Asia dan Perbandingan Agama di Universitas Ibrani, Yerusalem (2019-2020); Analis Indonesia di Pemerintah Australia (1997-1999); dan konsultan program masyarakat sipil, pemilu dan pendidikan Islam Indonesia.

Greg Fealy menaruh minat pada kajian politik dan Islam di Indonesia. Bahkan disertasinya mengulas soal sejarah organisasi muslim tradisionalis, Nahdlatul Ulama. Disertasi itu kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul 'Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967'.

Bukunya yang lain, yang cukup populer di kalangan pengkaji Islam politik ialah 'Ustadz Seleb: Bisnis Moral & Fatwa Online, Ragam ekspresi Islam Indonesia Kontemporer' dan 'PKS dan Kembarannya: Bergiat Jadi Demokrat di Indonesia, Mesir & Turki'.

Sebelumnya, Greg Fealy menuangkan pandangannya soal pemerintahan Jokowi dalam tulisan yang dimuat di East Asia Forum pada 27 September 2020. Artikel di situs East Asia Forum ini diambil dari makalah terbaru Greg yang berjudul, 'Jokowi in the COVID-19 Era: Repressive Pluralism, Dynasticism and Over-Bearing State' yang akan terbit di Bulletin of Indonesian Economic Studies dan dimuat dalam ANU Indonesia Update 2020.

"Selama empat tahun terakhir, pemerintah Presiden Indonesia Joko 'Jokowi' Widodo telah melakukan kampanye penindasan terpadu dan sistematis terhadap kaum Islamis. Ini mungkin kabar baik bagi mitra barat Indonesia, terutama Australia, di mana survei-survei berulang kali menunjukkan bahwa banyak orang takut akan meningkatnya konservatisme dan militansi Islam Indonesia," tulis Greg dalam artikel itu.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan penilaian Greg Fealy bahwa pemerintah Indonesia tidak ramah terhadap keberagaman dan represif terhadap kaum Islamis sangat keliru.

"Penggunaan istilah 'Islamisme' oleh Greg Fearly keliru atau kurang tepat. Apalagi mencontohkannya dengan celana cingkrang dan cadar. Pemerintah mendukung penuh segala bentuk aktivitas umat beragama yang mengarah pada penguatan pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai agamanya. Tidak hanya Islam, tapi semua agama," terang Wameng dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel