PDIP: 10 Tahun Dipimpin PKS, Sumatera Barat Tak Ada Kemajuan Fundamental - Kerja Jokowi Top !

PDIP: 10 Tahun Dipimpin PKS, Sumatera Barat Tak Ada Kemajuan Fundamental


Pidato Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam pengumuman calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Barat dari partainya disorot. Dalam pidato itu, Puan berharap, Sumatera Barat menjadi pendukung negara pancasila.

Hal ini memantik beragam reaksi. Termasuk PKS yang sudah 10 tahun berkuasa di Sumbar.

Namun, Politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi menilai,, masyarakat Sumatera Barat berubah total sejak 10 tahun dipimpin PKS. Banyak kader PKS memprovokasi masyarakat menolak kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat," ujar pria yang akrab disapa Gus Mis di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Gus Mis, Sumatera Barat di bawah 10 tahun kepemimpinan PKS tidak tampak kemajuan fundamental. Politik identitas berkembang di sana. Tidak hanya turunnya semangat Pancasila dan berbangsa bernegara.

"10 Tahun di bawah kepemimpinan PKS nampak tidak ada kemajuan fundamental. Fakta yang ada, intoleransi dan politik identitas berkembang di wilayah yang masyarakatnya dikenal terbuka tersebut," ujar Gus Mis.

Gus Mis berharap, hal ini tak jadi gorengan politik karena menjelang Pilkada. Serta bukan hanya jadi ambisi PKS untuk bertahan di Sumatera Barat. Dia mendorong kompetisi sehat.

"Di PDI Perjuangan kami selalu diingatkan oleh Ibu Megawati bagaimana kepeloporan kaum cerdik pandai nan bijaksana yang kemudian menjadi pelopor kemerdekaan dan pahlawan bangsa seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Prof Muhammad Yamin, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Moh Natsir dan lain-lain. Kehadiran tokoh-tokoh berwawasan kebangsaan di tengah penjajahan, namun dengan kultur Islam yang berkemajuan tersebut menjadi daya pemicu generasi muda Sumatera Barat untuk ikut berpacu menjadi pelopor kemajuan bangsa, termasuk pelopor di dalam membumikan Pancasila," jelasnya.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti pernyataan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat memberikan rekomendasi ke salah satu Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni. Puan mengatakan, bahwa dirinya berharap Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung Pancasila.

PKS Tersinggung

Juru Bicara PKS, Handi mengatakan, bahwa pernyataan itu telah menyinggung perasaan masyarakat Sumatera Barat. Baik yang berada di Sumbar maupun di tanah rantau.

"Mbak Puan menyatakan "Semoga Sumatera Barat menjadi Provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila". Pernyataan ini sangat menyakitkan hati kami sebagai orang Sumatera Barat," ungkap Handi, Rabu (3/9).

Handi mengingatkan Puan siapa yang mendirikan bangsa ini dan penggagas Pancasila. Selain Bung Karno, ada Bung Hatta, Sutan Syahrir dan Tan Malaka yang merupakan tokoh bangsa asal Sumatera Barat.

"Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," ujarnya.

"Jangan lupa, (Mohammad) Natsir sendiri dikenal sebagai Bapak NKRI dengan Mosi Integralnya yang menyelamatkan keutuhan NKRI dan juga Bukit Tinggi pernah menjadi Ibu Kota PDRI," ujarnya.

PKS minta Puan mencabut pernyataannya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat. Khususnya kepada keluarga besar Founding Father bangsa ini.

"Mbak Puan anda telah menyinggung perasaan kami, kami ingin anda cabut kata-kata tersebut, Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI," tutup Handi.

Pidato Puan

PDIP resmi mengusung pasangan politikus Partai Demokrat Mulyadi dan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

"Semoga Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani membacakan rekomendasi saat pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang lima secara daring, Rabu (2/9).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto langsung menjelaskan maksud pernyataan Puan tersebut. Kata Hasto, pernyataan itu agar seluruh kader membumikan Pancasila di tempat mereka berada. Hasto bilang, maksud Puan adalah pembumian Pancasila di bidang kebudayaan, nasionalisme, dan kehidupan bernegara di Sumatera Barat.

"Maksud mbak Puan, agar seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan," kata dia.

"Itu lebih kepada aspek kebudayaan, nasionalisme, juga menyentuh hal-hal di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tambah Hasto.

Sumber : merdeka.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel