Ini Alasan Jokowi Tak Kunjung Copot Terawan, Salah Satunya karena Latar Belakang Militer - Kerja Jokowi Top !

Ini Alasan Jokowi Tak Kunjung Copot Terawan, Salah Satunya karena Latar Belakang Militer


Pandemi covid-19 yang masih merajalela  sontak membuat kinerja pemerintah selalu menjadi sorotan guna menangani virus tersebut, khususnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Bahkan kinerja dari Menkes Terawan dinilai cukup buruk dan Terawan layak untuk dicopot.

Sejak Covid-19 muncul, Menkes Terawan paling mendapat sorotan.

Dia juga banyak menuai kritik masyarakat atas kinerjanya. Dari hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Terawan termasuk dalam kategori layak untuk di reshuffle yakni mencapai 52,4 persen sebelum Menkum HAM Yasonna Laoly.

Namun hingga saat ini, Presiden Jokowi tak kunjung mengganti Menkes Terawan.

Hal tersebut dikatakan pengamat politik bahwa ada beberapa kemungkinan perhitungan yang dilakukan oleh Jokowi.

Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi tentang keinginan masyarakat agar Jokowi melakukan reshuffle kepada Terawan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan wajar lantaran dampak dari kacamata politik atas kinerjanya selama masa pandemi covid-19.

"Wajar jika publik menanyakan kinerja Menkes yang buruk. Karena penanganan Corona itu kan leading sectornya Menkes Terawan, dan secara kinerja memang harus direshuffle, karena kinerjanya jeblok," tutur Ujang.

Namun, terdapat beberapa kemungkinan yang menjadi perhitungan Jokowi untuk tidak melakukan reshuffle kepada Terawan.

Salah satunya dalam latar belakang militer yang cukup kuat.

Baca Juga: RESMI! Polri Pastikan Liga 1 Batal Kembali Bergulir, Begini Penjelasannya

"Namun secara politik, mungkin dia aman-aman saja. Tak akan kena reshuffle, mungkin karena dia juga seorang jenderal.

Di mana dia punya back up politik dari para teman-temannya sesama jenderal," tutur Ujang.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menjelaskan sebenarnya sudah banyak kinerja yang dilakukan oleh Menkes.

Menurutnya karena komunikasi publik yang lemah membuat kinerjanya Terawan tidak tersorot.

"Banyak yang sudah dan akan dilakukan. Namun tidak terpublikasi secara baik ke publik melalui media massa sehingga kinerja Menkes.

Kemenkes seolah-olah tertutup oleh kementerian atau lembaga lain yang mampu sampaikan kinerjanya dengan baik ke publik melalui media massa," ucap Melki.

Persepsi warganet dalam menyikapi tingkah laku Terawan sudah semakin buruk.

Bahkan, pada bulan Juli 2020 lalu, tingkat kepercayaan publik pada Menkes Terawan sebanyak 38,9 persen. Hal tersebut turun sebanyak 58 persen dari pada Mei 2020.

"Tingkat kepercayaan publik terhadap Menteri Kesehatan dalam mengatasi pandemi cenderung rendah.

Makin rendah dibanding temuan sebelumnya," tuturr Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat pemaparan survei, Selasa, 21 Juli 2020.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel