21 Tahun Merdeka Keadaan Timor Leste Semakin Terpuruk, Tersebar Isu Masyarakatnya Ingin Kembali Jadi Bagian Indonesia - Kerja Jokowi Top !

21 Tahun Merdeka Keadaan Timor Leste Semakin Terpuruk, Tersebar Isu Masyarakatnya Ingin Kembali Jadi Bagian Indonesia


Tepat tanggal 30 Agustus 2020 lalu, negara Timor Leste resmi menjadi negara merdeka selama 21 tahun.

Pasalnya pada tahun 1999, wilayah Timur Leste dulunya merupakan bagian dari negara Indonesia lalu memutuskan untuk menjadi negara merdeka.

Namun, usai menjadi negara merdeka Timor Leste justru menjadi negara yang terpuruk dan juga ada di posisi ke 152 sebagai negara termiskin di Dunia.

Laman Heritage bahkan menyebutkan skor kebebasan ekonomi Timor Leste adalah 45,9.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Timor Leste diungkap sebagai sebabnya. Tak hanya itu saja, perekonomian negara tersebut hanya bergantung pada pengeluaran pemerintah.

Sedang dana masuknya hanya diperoleh dari Dana Perminyakan saja. Dengan kata lain seperti apa yang diungkap dari laporan resmi Bank Dunia tahun 2020, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Timor Leste paling lambat dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Oleh sebab itu, negara dengan nama resmi Republica Democratica de Timor Leste masuk dalam daftar negara paling miskin di dunia.

Angka PDB per kapita Timor Leste diperkirakan akan mencapai 2.356 dollar AS atau sekitar Rp 34,23 juta (kurs Rp 14.532) pada Desember 2020.

Selain permasalahan ekonomi yang terus menerus dihadapi oleh rakyat Timor Leste, banyak isu berhembus di kalangan masyarakatnya.

Salah satunya adalah adanya keinginan kembali ke pelukan ibu pertiwi dan berharap dapat kembali menjadi bagian dari Indonesia.

Keadaan yang semakin sulit seperti sekarang ini seolah mengguncang negara tersebut.

Timor Leste Economic Report yang dirilis Bank Dunia pada April 2020, ekonomi Timor Leste bakal semakin terpuruk di 2020 karena pandemi virus corona (Covid-19) dan kondisi politik yang belum stabil.

Pemerintah Timor Leste sudah mencairkan dana sebesar 250 juta dari Petroleum Fund di mana 60 persennya digunakan untuk penanganan Covid-19.

Hambatan lain untuk kebebasan ekonominya adalah korupsi yang merajalela dan tidak efektifnya peradilan, sehingga melemahkan integritas pemerintah

Sumber : sonora.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Like Fanspage Kami

Iklan Bawah Artikel